Perasaan Oscar Mingueza Debut Bersama Barcelona

Futurecarmodel.com – Bek muda Oscar Mingueza baru saja menjalani debutnya bersama Barcelona. Sang pemain menjelaskan bagaimana perasaannya setelah pertandingan tersebut.

Mingueza menjadi starter Barcelona dalam pertandingan melawan Dynamo Kiev di Liga Champions, Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Dia menjadi starter setelah raksasa Spanyol itu kehabisan stok bek tengah.

Oscar Mingueza

Pemain berusia 21 tahun itu berduet dengan Clement Lenglet di jantung pertahanan Barcelona. Mingueza dipercaya bermain selama 90 menit di Stadion NSK Olimpiyskiy.

Debut Mingueza itu berakhir dengan manis. Tim asuhan Ronald Koeman itu berhasil meraih kemenangan 4-0 atas Dynamo Kiev.

Sangat Senang

Usai pertandingan, Mingueza mengaku merasa sangat senang. Akhirnya cita-citanya untuk membela tim utama Barcelona tercapai.

“Saya sangat bahagia. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, pengorbanan dan penderitaan untuk melakukan debut saya di Liga Champions, menang dan melakukannya dengan tim terbaik di dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Mingueza di situs resmi UEFA.

Dukungan Orang Terdekat

Pertandingan melawan Dynamo Kiev jelas menjadi pertandingan yang spesial bagi Mingueza. Meski begitu, dia juga tidak lupa dengan dukungan dari orang-orang terdekatnya selama ini.

“Pada malam seperti ini saya mengingat semua keluarga saya, teman-teman saya, pacar saya – orang-orang yang selalu ada untuk saya dan yang karenanya tahu betapa kerasnya saya bekerja, betapa saya telah berkorban untuk sampai ke sini,” lanjutnya.

“Semoga ini hanyalah awal dari hal-hal yang jauh lebih besar.”

Bisa Diandalkan

Pelatih Barcelona Ronald Koeman juga sangat puas dengan performa Mingueza. Dia menilai pemain berusia 21 tahun tersebut sudah tampil cukup bagus.

“Oscar Mingueza menunjukkan bahwa hari ini kami bisa mengandalkan dia,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

Mission Impossible’ Di Liga Champions Untuk Inter Milan

Futurecarmodel.com – Kiper Inter Milan, Samir Handanovic, mengungkapkan sebuah misi berat yang harus dijalani timnya di Liga Champions. Pria berdarah Slovenia itu mengatakan kalau Nerazzurri butuh tujuh poin agar bisa lolos ke babak 16 besar.

Performa Inter Milan di pentas sepak bola terbesar Eropa itu sendiri tidak begitu bagus. Tergabung di Grup B, sampai saat ini mereka belum pernah mendapatkan kemenangan dan baru mengantongi dua poin saja.

Inter Milan

Dua poin tersebut didapatkan dari laga melawan Borussia Monchengladbach dan Shakhtar Donetsk, di mana mereka hanya mampu bermain imbang. Sementara laga ketiganya, yakni kontra Real Madrid, berakhir dengan kekalahan.

Karena rangkaian hasil buruk ini, Inter Milan pun terdampar di posisi paling bawah Grup B. Tertinggal tiga angka dari Borussia Monchengladbach yang berada di puncak dengan tiga partai yang tersisa.

Simak Informasi Selengkapnya

Butuh 7 Poin untuk Lolos

Melihat situasinya, Inter Milan sebenarnya masih punya kans besar untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Kata Handanovic, Nerazzurri membutuhkan tambahan tujuh poin dari lagi dari ketiga pertandingan yang akan dimainkan.

Misi meraup tujuh poin tersebut akan dimulai pada Kamis (26/11/2020) dinihari nanti, dengan Real Madrid sebagai lawannya. Pertandingan tersebut akan diselenggarakan di markasnya, Giuseppe Meazza.

“Untuk bisa lolos, kami membutuhkan tujuh poin. Ada tiga pertandingan yang tersisa dan semuanya dipertaruhkan,” ungkap Handanovic kepada Sky Sports.

Sering Menyulitkan Diri Sendiri

Pada pertemuan sebelumnya, Inter Milan membuktikan kalau mereka sejatinya bisa sejajar dengan klub sekelas Madrid. Hanya saja, keberuntungan sedang tidak berpihak kepada mereka pada saat itu.

Bermain di Santiago Bernabeu, Inter Milan sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu. Namun pasukan Antonio Conte itu berhasil membalas lewat Lautaro Martinez dan Ivan Perisic, sebelum Rodrygo menjadi mimpi buruk buat Nerazzurri.

“Pada leg pertama, kami bermain dengan baik. Sayangnya situasi seperti ini menjadi pembeda dalam sepak bola dan terkadang kami membuat diri sendiri kesulitan,” tambahnya.

“Anda harus menjadi lebih baik dalam hal ini. Saya tidak yakin kalau ini mustahil dilakukan, saya rasa kami harus memahami bahwa saat tim melawan Inter, mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra dan terkadang kami tidak menyeimbangkan diri dengan intensitas tim lain.”

“Saat anda tidak melakukannya, anda bisa berada di dalam kesulitan. Dan pada awal musim ini, itu sudah terjadi tiga atau empat kali,” pungkasnya.

“Pentingnya pertandingan pada esok hari akan menjadi sangat mendasar. Dalam laga ini, anda membutuhkan segalanya yang bisa membangkitkan level semua orang,” lanjutnya.

Diklaim Manchester City Minati Bintang Lyon

Futurecarmodel.com – Direktur Olahraga Lyon, Juninho Pernambucano angkat bicara mengenai spekulasi mengenai masa depan Houssem Aouar. Ia menyebut sang playmaker diminati oleh salah satu raksasa EPL, Manchester City.

Aouar merupakan salah satu pemain kunci Lyon dalam dua musim lalu. Ia menjadi salah satu pemain yang membuat Les Gones lolos ke Semi final liga Champions musim lalu.

Manchester City Minati Bintang Lyon

Kecemerlangan Aouar itu membuatnya banyak diminati klub-klub top Eropa. Mereka tertarik menjadikan Aouar sebagai pengatur serangan mereka di musim depan.

Salah satu klub yang tertarik pada Aouar adalah Manchester City. “Saya rasa mereka [Manchester City] menghubungi agennya, karena kami tidak dikontak langsung oleh mereka,” ujar Juninho kepada RMC Sport.

Informasi lengkap sang Direktur Olahraga Lyon di bawah ini.

Dua Peminat

Juninho mengakui bahwa selain Manchester City ada PSG yang tertarik untuk mengamankan jasa sang playmaker.

“Dua tim itu, [PSG dan Manchester City] adalah dua tim besar yang bermain di Champions League setiap tahunnya. Mereka bisa menjadikan mimpi setiap pemain menjadi nyata.”

“Saya tidak tahu apakah Houssem siap untuk pindah ke klub besar Ligue 1 seperti PSG.”

Disukai Pep

Lebih lanjut, Juninho mengakui bahwa Pep Guardiola sangat menyukai Aouar.

Namun ia tidak yakin apakah transfer sang playmaker ke Inggris bisa terjadi di musim panas ini.

“Untuk City, Guardiola memang menyukai pemain ini. Namun apakah ia adalah profil yang dicari mereka saat ini? Kami tidak bisa menjawab itu karena kami belum menerima tawaran resmi.” ujarnya.

Cari Playmaker

Manchester City memang dilaporkan tengah berburu playmaker baru.

Setelah mereka ditinggalkan David Silva di musim panas ini.

 

Baca juga: jadwal pertandingan bola

Berkiprah 30 Tahun Menjadi Pelatih Apa Spesialnya Marcelo Bielsa?

Marcelo Bielsa, nama yang lebih sering terdengar beberapa hari terakhir. Dialah pelatih senior di balik kesuksesan Leeds United kembali ke kasta tertinggi, Premier League 2020/21 mendatang.

Mengutip Goal, Bielsa sudah berkecimpung dalam dunia kepelatihan selama lebih dari tiga dekade. Selama itulah dia membangun reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.

Berkiprah 30 Tahun Menjadi Pelatih Apa Spesialnya Marcelo Bielsa?

Metode latihan Bielsa disebut-sebut sebagai salah satu yang paling sulit. Karena itulah pemain-pemain yang pernah bekerja di bawahnya biasanya berkembang pesat, pujian untuk Bielsa pun tak pernah berhenti.

Uniknya, meski dipuji dan dikagumi banyak pemain dan pelatih, koleksi trofi Bielsa tidak sehebat legendanya. Mengapa demikian? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Perjalanan Bielsa

Tercatat, Bielsa hanya mengoleksi 6 gelar juara sepanjang 30 tahun kariernya sebagai pelatih. Tentu angka ini terbilang buruk, bahkan mungkin bakal dianggap gagal total jika bukan Bielsa

Koleksi gelarnya pun melintang cukup jauh, terbagi di dua benua (Amerika dan Eropa) serta di dua negara (Argentina dan Inggris).

Bielsa pertama meraih gelarnya pada tahun 1991 bersama Newell’s Old Boys, menjuarai Primera Division Apertura. Gelar keduanya datang di tahun berikutnya, masih bersama Newell’s menjuarai Primera Division Clausura in 1992.

Kemudian Bielsa menjuarai Primera Division Clausura sekali lagi di tahun 1988 sebagai pelatih kepala Velez. Kesuksesan ini menuntunnya ke kursi pelatih Timnas Argentina.

Dia menuntun Argentina menjuarai CONMEBOL Pre-Olympic tournament tahun 2004 dan meraih medali emas di olipiade tahun yang sama.

Lalu, 16 tahun berselang, Bielsa menuntun Leeds menjuarai Championship 2019/20, sekaligus promosi ke Premier League.

Hanya 6 gelar

Jika dirinci, dari 6 trofi Bielsa, hanya 4 di antaranya dia raih di level klub. Dia belum pernah menjuarai level tertinggi di Eropa.

  • Olimpiade: 1 gelar (2004)
  • CONMEBOL Pre-Olympic tournament: 1 gelar (2004)
  • Primera Division Argentina : 3 gelar (1991, 1992, 1998)
  • English Championship: 1 gelar (2019/20)

Jelas, jika dibandingkan dengan koleksi trofi Josep Guardiola atau Jose Mourinho, torehan Bielsa di atas tidak ada artinya. Namun, yang perlu diingat adalah Bielsa juga merupakan spesialis runner-up.

Dia pernah membawa Timnas Argentina mencapai final Copa America 2004, hanya kalah dari Brasil di parta final. Beberapa tahun sebelumnya, dia menuntun Newell’s mencapai final Copa Libertadores, lagi-lagi kalah.

Lalu, saat menangani Athletic Bilbao, Bielsa pernah mencapai final Copa del Rey dan Liga Europa, sayangnya kalah dari Barcelona dan Atletico Madrid.

Penghargaan individu

Mengapa pelatih minim gelar bisa mendapatkan respek tinggi dari pelatih-pelatih top lainnya? Hanya mereka yang tahu jawabannya, tapi sepertinya karena Bielsa memang spesial.

Guardiola, Mourinho, dan pelatih-pelatih terbaik lainnya tak pernah segan memuji kualitas Bielsa. Bahkan beberapa di antaranya mengaku pernah belajar langsung dari Bielsa.

Terlepas dari koleksi trofi yang minim, Bilsa sebenarnya punya sejumlah gelar individu yang mempercantik kariernya. Di antaranya:

  • IFFHS World’s Best National Coach (2001)
  • South American Coach of the Year (2009)
  • Championship Manager of the Month (August 2018, November 2019)
  • FIFA Fair Play Award (2019)

Lihat: Liveskor Euro 2020

Sejak bergabung dengan Leeds, Bielsa pernah dua kali terpilih sebagai Championship Manager of the Month. Karena itulah Premier League musim depan diprediksi bakal lebih seru dengan kehadiran Leeds dan Bielsa, pelatih minim gelar yang dikagumi.

Bek Tengah Pilihan Terbaik Untuk Manchester City

Manchester City gagal mempertahankan gelar Premier League. Musim ini, mereka harus mengakui keunggulan Liverpool.

Gelar juara lepas setelah City takluk 1-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Jumat (26/6/2020) dini hari WIB. Dengan tujuh laga tersisa, perolehan poin The Reds sudah tak terkejar lagi.

Kegagalan City mempertahankan gelar Premier League bisa disebabkan karena rapuhnya lini belakang mereka. Tim asuhan Josep Guardiola itu sangat tajam di depan tetapi pertahanan mereka tidak solid.

Bek Tengah Pilihan Terbaik Untuk Manchester City

Pada awal musim 2019-20, Guardiola berharap Fernandinho dan Eric Garcia bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Vincent Kompany. Mantan kapten City itu meninggalkan klub pada akhir musim lalu.

Namun itu tidak terjadi. Cedera jangka panjang Aymeric Laporte, ditambah dengan performa tidak konsisten Jones Stones dan Nicolas Otamendi membuat pertahanan The Citizens mudah ditembus.

Jika City ingin merebut kembali gelar Premier League Liverpool musim depan, mereka harus melakukan pembenahan di daerah pertahanan. Guardiola harus mendatangkan bek tengah baru.

Berikut ini lima bek tengah yang bisa didatangkan Josep Guardiola untuk memperkuat pertahanan Manchester City seperti dilansir Sportskeeda.

David Alaba

Alaba sudah memperkuat Bayern Munchen bertahun-tahun. Pemain asal Austria itu dianggap sebagai salah satu bek kiri terbaik di Eropa.

Meskipun begitu, Alaba juga bisa bermain sebagai bek tengah. Alaba bahkan tampil mengesankan sebagai bek tengah bersama Bayern musim ini.

Alaba sudah pernah bekerja sama dengan Guardiola semasa melatih Bayern. Pemain berusia 28 tahun itu mungkin bisa jadi pasangan yang tepat untuk Aymeric Laporte di jantung pertahanan City.

Ruben Dias

Dias dianggap sebagai salah satu bek terbaik di Liga Portugal. Pemain berusia 23 tahun itu sudah tampil reguler untuk timnas Portugal.

Performa Dias bersama Benfica menarik perhatian sejumlah klub top Eropa. Ia dikabarkan tengah diincar Manchester United, Manchester City, Juventus, Barcelona dan Atletico Madrid.

Namun, klub peminat sepertinya harus memecahkan rekor transfer untuk mendapatkan tanda tangannya. Benfica kabarnya Benfica mematok nilai transfer sebesar 90 juta euro untuk sang bek.

Caglar Soyuncu

Soyuncu tampil sangat solid bersama Leicester City. Hal itu membuat penggemar The Foxes tidak merindukan kepergian Harry Maguire ke Manchester United.

Manchester City merupakan salah satu klub yang cukup santer dikaitkan dengan Soyuncu. Pemain asal Turki itu dianggap pantas berduet dengan Aymeric Laporte di lini belakang.

Transfermarkt mencatat jika Soyuncu memiliki banderol sebesar 40 juta euro. Angka yang tentu akan sangat mudah ditebus oleh City.

Kalidou Koulibaly

Koulibaly sudah dianggap sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia. Hal itu tentu saja berkat penampilan konsistennya bersama Napoli.

Pemain asal Senegal itu dikaitkan dengan kepindahan dari San Paolo sepanjang musim ini. Manchester City kabarnya memimpin perburuan tanda tangan Koualibaly.

Pada usia 28 tahun, Koulibaly bisa dibilang sebagai bek yang sangat berpengalaman. Mengingat kualitasnya, City sepertinya harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk mendatangkan sang pemain ke Etihad.

Milan Skriniar

Nama Skriniar melambung tinggi bersama Inter Milan. Pemain asal Slovakia itu berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan bersama Nerazzurri.

Pemain berusia 25 tahun itu menjadi salah satu pemain yang akhir-akhir ini banyak dikaitkan dengan Manchester City. Josep Guardiola sangat berhasrat untuk memboyongnya ke Etihad.

Skriniar terikat kontrak dengan Inter sampai 2023 mendatang. Dengan demikian, City harus menyiapkan dana yang besar untuk merekrut mantan pemain Sampdoria tersebut.

Mega Bintang Yang Gagal Bersinar Bersama Real Madrid

Real Madrid sudah memastikan diri menjadi juara La Liga musim 2019-2020. Ini adalah gelar juara liga ke-34 bagi Los Blancos sepanjang sejarah.

Madrid memiliki banyak pemain terbaik dunia selama bertahun-tahun. Tidak sedikit dari mereka yang menemukan kesuksesan setelah datang ke Santiago Bernabeu.

Salah satu pemain terbaik dunia yang pernah bermain untuk Madrid adalah Cristiano Ronaldo. Bintang Portugal itu menuai segudang prestasi di lapangan hijau bersama Los Blancos.

Mega Bintang Yang Gagal Bersinar Bersama Real Madrid

Ronaldo bergabung dengan Madrid pada tahun 2009. Los Merengues sampai memecahkan rekor transfer dunia saat mendatangkan sang pemain dari Manchester United.

CR7 berhasil memenangkan 15 trofi selama sembilan tahun bermain untuk Madrid. Ronaldo kemudian memutuskan hengkang ke Juventus pada 2018.

Namun, tidak semua pemain bintang memiliki keberuntungan ketika bermain di klub sekelas Madrid. Mereka tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya di klub ibu kota tersebut.

Berikut ini 5 pemain bintang yang gagal bersinar di Real Madrid seperti dilansir Sportskeeda.

Asier Illarramendi

Produk akademi Real Sociedad Asier Illarramendi pernah dipandang sebagai masa depan lini tengah Spanyol. Kemunculannya memberi Real Madrid harapan untuk mengganti Xabi Alonso yang sudah tua.

Madrid mengeluarkan 32,2 juta euro untuk sang gelandang bertahan. Transfer itu menjadikannya pemain Spanyol termahal yang pernah direkrut oleh Los Blancos.

Namun, situasi tidak berjalan dengan baik karena Illarramendi kembali ke La Real dua tahun setelah bergabung dengan klub. Pemain berusia 30 tahun itu tidak menjadi pilihan utama sejak awal.

Danilo

Danilo sempat diperebutkan oleh Barcelona dan Real Madrid. Namun, Los Blancos berhasil menebusnya dari Porto dengan biaya 31,5 juta euro dan mengikatnya dengan kontrak enam tahun.

Namun, Danilo tidak mampu menjadi pemain reguler di Santiago Bernabeu. Sama seperti Alvaro Odriozola pada tahun 2019, pemain Brasil itu gagal menggeser Dani Carvajal di posisi bek kanan

Setelah cukup lama menjadi penghangat bangku cadangan, Danilo akhirnya hengkang ke Manchester City pada tahun 2017. Pemain Brasil itu sekarang bermain di Juventus.

Michael Essien

Essien bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2012. Pemain asal Ghana itu didatangkan dengan status pinjaman oleh Jose Mourinho.

Essien sebelumnya meraih kesuksesan besar bersama Mourinho di Chelsea. Namun, sang gelandang gagal menjadi pemain penting di Santiago Bernabeu dan tidak bisa mendominasi lini tengah.

Mantan pemain Lyon itu hanya bertahan satu musim saja di Spanyol. Essien kemudian kembali ke Stamford Bridge pada musim berikutnya.

James Rodriguez

James Rodriguez sempat menjadi pemain penting di Real Madrid pada era Carlo Ancelotti. Namun, nasibnya berubah setelah kedatangan Zinedine Zidane.

Meski memenangkan dua gelar Liga Champions dan satu LaLiga, James tidak senang kesempatan bermain yang diterimanya. Dia akhirnya pergi ke Bayern Munchen dengan status pinjaman selama dua tahun.

Setelah kembali ke Santiago Bernabeu, James tetap tidak mendapat kesempatan bermain reguler di bawah Zidane. Kedatangan Eden Hazard membuat masa depan James semakin tidak menentu.

Kaka

Kaka pindah ke Real Madrid pada tahun 2009. Transfer tersebut terjadi dua tahun setelah ikon AC Milan itu memenangkan Ballon d’Or 2017.

Namun, kepindahan Kaka sepertinya tidak berjalan sesuai rencana. Pemain asal Brasil itu gagal menunjukkan performa terbaiknya karena sering diganggu cedera.

Kaka menghabiskan empat tahun di Santiago Bernabeu dan La Liga dan Copa del Rey. Dia akhirnya memutuskan kembali ke Milan pada tahun 2013.